Sekolah Tunas Dharma | Pada tanggal 1 April 2026 ini, TK Tunas Dharma dan SD Tunas Dharma tepat berusia 18 tahun, sejak kedua sekolah ini didirikan pada tahun 2008 silam. Adapun, Hari Jadi yang ke-18 tahun ini mengacu kepada:
- Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang Nomor 420/498/DISDIK/2008 tentang Pemberian Izin Operasional Kepada Yayasan Pendidikan Rosma untuk Mendirikan dan Menyelenggarakan Taman Kanak Kanak Tunas Dharma di Kabupaten Karawang, tanggal 1 April 2008, yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang, Drs. H. Yan Zuwarsyah.
- Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang Nomor 420/496/DISDIK/2008 tentang Pemberian Izin Operasional Kepada Yayasan Pendidikan Rosma untuk Mendirikan dan Menyelenggarakan Sekolah Dasar Tunas Dharma di Kabupaten Karawang, tanggal 1 April 2008, yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang, Drs. H. Yan Zuwarsyah.
Tidak terasa, ternyata waktu berjalan dengan cepat. Pada tahun ini, TK Tunas Dharma dan SD Tunas Dharma telah memasuki usia yang ke-18 tahun, sejak secara resmi mendapatkan Ijin Operasional Penyelenggaraan Pendikan di tahun 2008. Namun demikian, sebenarnya rencana pendirian Sekolah Tunas Dharma ini sudah dicanangkan sejak tahun 2006, yang ditandai dengan dimulainya pembangunan gedung awal sebagai persiapan pendirian sekolah di lahan kosong di Jalan Tarumanagara, Kampung Gempol, Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, letak di mana Kompleks Sekolah Tunas Dharma berdiri sampai hari iini.
Sejak awal, Sekolah yang mengusung slogan ”Sekolah Nasional Berkarakter Kebangsaan” ini diproyeksikan untuk menjadi Sekolah Terintegrasi. Yakni, sebuah Sekolah yang di dalam satu kawasan terdapat unit pendidikan jenjang Taman Kanak Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Terdapat beberapa orientasi ide awal yang merupakan garis besar pendirian Sekolah Tunas Dharma, yakni:
- Lokasi Sekolah. Sekolah Tunas Dharma berada di wilayah strategis di pusat Karawang kota, yang dapat diakses dari penjuru manapun di wilayah Kecamatan Karawang Barat, sebagai ”pusat”-nya Kabupaten Karawang.
- Kualitas Guru. Kualitas guru merupakan hal utama. Bahwa Sekolah ini ini memerlukan sumberdaya manusia guru yang berwawasan luas dan mempunyai passion dalam mendidik anak. Tidak hanya soal wawasan keilmuan, guru juga harus berperilaku baik, smart, penyabar, telaten. Guru juga harus mengajarkan kepada muridnya tentang budi pekerti yang baik, kedisiplinan, sopan santun, cara kerja yang baik (well organized), mengajarkan kemampuan berpikir logis yang tidak bergantung kepada hapalan.
- Heterogenitas. masyarakat kita adalah masyarakat yang heterogen, apalagi saat ini dunia sudah di dalam fase globalisasi yang menyebabkan lingkungan hidup dan interaksi antar bangsa dan antar negara menjadi sebuah kebiasaan sehari-hari. Oleh karena itu, Sekolah Tunas Dharma perlu menjadi sekolah yang heterogen dari sisi latar belakang kultur dan keyakinan para siswa dan gurunya. Dengan demikian, Sekolah Tunas Dharma senantiasa berusaha mengondisikan ciri heterogenitas ini di lingkungan sekolah agar sekolah ini selain menjadi tempat menimba ilmu sekaligus juga menjadi sarana berlatih di dalam kehidupan.
- Fasilitas Sekolah. Fasilitas sekolah tidak ketinggalan zaman, perbaikan untuk kemajuan (improvement) dilakukan secara terus menerus agar sekolah ini mengikuti trend dan teknologi dunia yang terus berubah dengan dinamis.
Ibu Nurmayasari, S.Pd., adalah saksi hidup sekaligus pelaku di masa-masa awal Sekolah Tunas Dharma berdiri, dan mulai menerima siswa angkatan pertamanya di tahun 2008. Karena, Ibu Maya ini sudah bergabung bersama SD Tunas Dharma sebagai guru, sejak SD Tunas Dharma ini didirikan: ”Saya, bersama Ibu Laminem dan Ibu Dini Setiawati adalah guru yang masih tersisa dari generasi pertama SD Tunas Dharma mulai beroperasi di tahun 2008. Di tahun 2008 dulu itu, baru ada 2 (dua) unit pendidikan, yaitu SD Tunas Dharma dan TK Tunas Dharma. Karena, SMP Tunas Dharma itu baru berdiri selang satu tahun kemudian, yakni pada tahun 2009. Siswa angkatan pertama SD Tunas Dharma di tahun 2008 kurang lebih berjumlah sekitar 30-an siswa saja, dan kondisi Sekolah Tunas Dharma ini masih sangat terbatas sekali dari sisi infrastruktur, sarana dan pra-sarananya. Gedung yang berdiri, baru gedung lantai 1 saja untuk unit SD dan TK. Baru setelah tahun 2010, kemudian gedung mulai bertambah, yakni lantai 2 untuk SMP Tunas Dharma dan pada tahun 2015 bertambah lagi lantai 3, untuk SMA Tunas Dharma. Demikian juga dengan sarana pra-sarana lain, semua masih serba terbatas.
Tidak terasa, saya sudah 18 tahun menjadi guru di SD Tunas Dharma ini, tentu dengan berbagai macam pengalaman sebagai guru, baik suka maupun dukanya. Jika harus bercerita tentang Sekolah Tunas Dharma ini, tentu cerita saya ini yang paling banyak kisahnya di antara rekan-rekan guru yang lain. Karena saat ini, saya juga sebagai Kepala Sekolah di SD Tunas Dharma dan masih mengajar dan memegang Kelas. Di usia yang ke-18 tahun ini, ibarat fase perjalanan hidup manusia, SD Tunas Dharma itu telah memasuki usia dewasa. Dewasa, dalam arti siap menyongsong masa depan dengan pembuktian kualitas dan kapasitas yang jauh lebih baik dalam hal pelayanan pembelajaran terbaik, untuk para murid-muridnya. Yang pasti, kondisi SD Tunas Dharma pada tahun 2026 sekarang ini jauh lebih baik, jauh lebih bagus dan tentunya jauh lebih “enak”, jika dibandingkan dengan kondisi pada 18 tahun yang lalu. Selaku guru angkatan pertama SD Tunas Dharma, saya menekankan kepada seluruh guru di SD Tunas Dharma untuk senantiasa belajar dan terus melakukan perbaikan kualitas diri, perilaku dan kapasitas pengajaran dan pendidikan kita harus selalu baik dan harus terus mengalami kemajuan dari hari ke hari untuk dapat menghadirkan proses pengajaran dan pendidikan yang terbaik untuk siswa-siswi kita”, harap Kepala SD Tunas Dharma ini, di sela acara perayaan kecil hari jadi SD Tunas Dharma yang ke-18 tahun kemarin.
Kepala TK Tunas Dharma, Ibu Aperiani Zega, S.Pd.K., yang juga merayakan hari jadi TK Tunas Dharma yang ke-18, mengatakan: “Tidak seperti Ibu Maya yang merupakan ‘sesepuh’ di Sekolah Tunas Dharma karena sudah bergabung sejak Sekolah Tunas Dharma berdiri, sementara saya baru bergabung bersama Sekolah Tunas Dharma, tepatnya di unit TK Tunas Dharma itu di tahun 2019, setelah sebelumnya bekerja di TK swasta lain di Karawang. Jadi, saya tidak mengetahui dan tidak merasakan kondisi Sekolah Tunas Dharma di rentang waktu tahun 2008 sampai tahun 2018. Kesan saya bersama Sekolah Tunas Dharma ini bahwa sekolah ini mempunyai lingkungan dan latar belakang siswa dan gurunya itu heterogen. Terdiri dari keyakinan dan asal suku serta budaya yang berbeda-beda di kalangan siswa dan para gurunya. Hal ini sangat berbeda dengan di TK tempat saya mengajar sebelumnya yang hanya terdiri dari 1 (satu) latar belakang saja. Heterogenitas inilah yang menjadi karakter utama dari sekolah ini. Dengan heterogenitas ini, saya menjadi dapat lebih memahami dan menjiwai tentang arti perbedaan. Namun, perbedaan itu bukan merupakan masalah untuk dapat mencapai kemajuan bersama. Di usia TK Tunas Dharma yang ke-18 tahun ini, selaku guru dan Kepala Sekolah, saya berharap semua unit pendidikan yang ada di Sekolah Tunas Dharma ini dapat mengalami kemajuan di segala bidang di semua jenjang, untuk dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada Sekolah Tunas Dharma ini. Sehingga, Sekolah Tunas Dharma dapat menjadi pilihan utama bagi para orang tua di Kabupaten Karawang ini untuk mempercayakan pendidikan anaknya kepada Sekolah Tunas Dharma. Amien”, harap Ibu Aper yang berasal dari Gido, Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara ini.













