Sekolah Tunas Dharma

"SEKOLAH NASIONAL BERKARAKTER KEBANGSAAN"

Berita Kegiatan

Berita Kegiatan

Profil Ekstrakulikuler SMP Tunas Dharma: Karate Shinkyokushinkai

Oleh

Sekolah Tunas Dharma

Diterbitkan 16 April 2026

SMP Tunas Dharma | Ada beragam pilihan kegiatan Ekstrakulikuler di Sekolah Tunas Dharma, yang bisa dipilih dan diikuti oleh para siswa-siswinya. Ada ekstrakulikuler Kepramukaan, Palang Merah Remaja, olahraga, kesenian dan kebudayaan, musik, sains, karya ilmiah, kewirausahaan, club bahasa, dan lain sebagainya. Ekstrakulikuler tersebut tersebar di unit TK Tunas Dharma, SD Tunas Dharma, SMP Tunas Dharma dan SMA Tunas Dharma. Para siswa-siswi di Sekolah Tunas Dharma dibebaskan untuk memilih ekstrakulikuler yang ia minati dan ikuti. Ekstrakurikuler atau sering disingkat dengan kata ”Ekskul” adalah merupakan jenis kegiatan non-pelajaran yang berada di luar jam pelajaran sekolah yang bertujuan untuk mengembangkan jiwa, bakat, minat, kepribadian, dan kemampuan sosial siswa-siswi untuk dapat membentuk karakter sesuai dengan nilai-nilai dan karakter yang dimiliki oleh tiap-tiap kegiatan atau organisasi ekstrakulikuler yang diikutinya. Termasuk, kegiatan ekstrakulikuler ini juga dapat menjadi ajang bagi siswa untuk mengukir prestasi non-akademik di dalam perjalanan hidupnya selama menjadi seorang pelajar, dengan menciptakan rekam jejak yang baik.

Ada berbagai macam manfaat dari kegiatan ekstrakulikuler di sekolah, di antaranya:

  1. Wahana pengembangan diri. Di kegiatan ekstrakulikuler, para siswa dapat mengasah dan mendalami minat, bakat dan jiwa kreatifitas melalui satu atau dua kegiatan ekstrakulikuler yang diikutinya.
  2. Kawah pembentukan karakter. Di kegiatan ekstrakulikuler, para siswa dapat mengasah dan menanamkan jiwa dan sifat tanggungjawab, kemandirian dan kerjasama antar individu dan kerjasama tim.
  3. Ajang sosialisasi. Di kegiatan ekstrakulikuler, para siswa dapat menciptakan dan memperluas jaringan atau komunitas sosial antar siswa di dalam sekolah, bahkan dapat memperluas jaringan siswa di luar sekolah, karena seringnya sosialisasi dan  interaksi siswa dengan lingkungan sosial yang luas di luar sekolah.
  4. Sarana mengukir prestasi. Di kegiatan ekstrakulikuler, para siswa dapat mengukir dan menciptakan prestasi non akademik. Karena, setiap kegiatan ekstrakulikuler itu terafiliasi dengan organisasi induknya di luar sekolah. Dengan sistem keorganisasian ini, banyak sekali ajang-ajang kejuaraan yang diselenggarakan, baik itu kejuaraan level lokal, regional, nasional bahkan internasional. Melalui kegiatan ekstrakulikuler, siswa dapat menciptakan dan mengembangkan prestasinya sendiri untuk kemajuan dirinya sendiri, keluarga dan sekolah.
  5. Tempat Penyegaran/refreshing. Di kegiatan ekstrakulikuler pada umumnya merupakan tempat penyegaran atau refreshing otak dan pikiran siswa dari kejenuhan aktivitas akademik di dalam kelas.

Di unit SMP Tunas Dharma, terdapat Ekstrakulikuler Karate Shinkyokushinkai. Ekstrakulikuler ini merupakan salah satu dari beberapa ekstrakulikuler yang ditawarkan kepada para siswanya. Bentuk kegiatan ekstrakulikuler ini adalah olahraga seni beladiri Karate, yang beraliran Kyokushin. Ekstrakulikuler ini merupakan bagian dari organisasi World Karate Organization (WKO) Shinkyokushinkai, sebuah perguruan Karate yang berpusat di Tokyo, Jepang. Berbeda dari jenis Karate pada umumnya, Karate Shinkyokushinkai ini bercorak Full Body Contact, atau kontak badan secara penuh. Di Indonesia, perguruan WKO Shinkyokushinkai Indonesia ini juga merupakan Anggota dari Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), sehingga aspek legalitas organisasinya tidak perlu diragukan lagi.

Pembina Ekstrakulikuler Karate Shinkyokushinkai SMP Tunas Dharma, Eko Winarno, S.Fil., SM., MM., menjelaskan: ”Ekstrakulikuler Karate Shinkyokushinkai ini ’under’ organisasi World Karate Organization Shinkyokushinkai Indonesia. WKO Shinkyokushinkai sendiri, langsung berpusat di Honbu Dojo atau kantor pusatnya di Tokyo, Jepang. Karate Shinkyokushinkai ini beraliran Kyokushin, dengan sistem pertarungan Full Body Contact atau kontak badan penuh. Artinya, dalam sistem pertandingan (Kumite), bahwa setiap pukulan dan tendangan yang dilancarkan itu harus dilakukan dengan full power ke arah badan lawan, barulah sebuah point bisa dihasilkan. 

Ekstrakulikuler ini baru berjalan 8 (delapan) bulan, yang dimulai pada bulan September 2025 lalu. Di ekskul ini, para murid diajarkan materi-materi pokok Kyokushin Karate yang terdiri dari: pembinaan fisik dan mental, Kihon, Ido Geiko, Kata dan Kumite. Tidak hanya materi pokok saja, bahkan para murid juga diajarkan materi tambahan seperti Goshin Jutsu, atau cara membeladiri dan melumpuhkan lawan dengan teknik aplikasi kuncian dan bantingan. Dalam perkembangannya, akan disisipkan juga materi tambahan pernafasan (Ibuki dan Nogare) serta Tameshiwari (pematahan benda keras). Ini semua tentu menggunakan metode dan bobot yang rasional ya, yang sesuai dengan usia dan kondisi fisik para murid, sehingga para murid tetap berada dalam kondisi latihan yang aman”, jelas Senpai Eko, yang juga merupakan praktisi seni beladiri Aikido.

James Blair Kho, salah satu peserta Ekstrakulikuler Karate Shinkyokushinkai memberikan kesannya: ”Saya ikut ekskul ini sejak bulan September 2025, saat kegiatan ini baru diadakan untuk pertama kali di sekolah saat saya sudah kelas 9 (sembilan). Selain sebagai peserta ekskul, para siswa yang tergabung di ekskul ini juga merupakan Anggota dari WKO Shinkyokushinkai Indonesia, sebuah perguruan Karate aliran Kyokushin yang terbesar di dunia, pusatnya di Jepang. Saya sangat menikmati setiap latihannya, karena kegiatan ini sangat berbeda dari ekskul atau jenis Karate lain, karna kita menggunakan sistem Full Body Contact. Setiap kali latihan, terasa sakit-sakit di badan karena saya dipaksa harus menahan pukulan dan tendangan saat sesi Kumite, tanpa alat pelindung badan. Demikian juga dengan teman-teman yang lain, pastinya merasakan hal yang sama. Ada banyak tantangan di Karate Shinkyokushinkai ini, salah satunya persiapan untuk kejuaraan yang akan dilansanakan tahun 2026 ini, dan saya harus ikut untuk mengasah skill Kumite saya, dan tentunya agar saya bisa berprestasi di bidang olahraga ini agar bisa membanggakan keluarga saya dan pihak sekolah”, ungkap siswa Kelas 9B ini, yang saat ini berada di tingkat Kyu 9 (warna sabuk Orange).

Oleh

Sekolah Tunas Dharma

Diterbitkan 16 April 2026

Official Whatsapp

Hubungi kami via WhatsApp di bawah :

Official Instagram

Temukan Instagram kami di bawah ini :

Official Youtube

Temukan Youtube kami di bawah ini:

Youtube SMP Tunas Dharma

@