Skip to main content

Sekolah Tunas Dharma

"SEKOLAH NASIONAL BERKARAKTER KEBANGSAAN"

Berita Kegiatan

Berita Kegiatan

Sekolah Tunas Dharma Canangkan English Ecosystem di Kalangan Guru dan Tenaga Kependidikan

Oleh

Sekolah Tunas Dharma

Diterbitkan 24 August 2026

English Ecosystem

YAYASAN PENDIDIKAN ROSMA | Dalam Rapat Kompleks Sekolah Tunas Dharma yang digelar pada 7 Agustus 2026, yang dihadiri oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Sekolah Tunas Dharma yang terdiri dari TK, SD, SMP dan SMA mengemuka sebuah gagasan tentang pentingnya bahasa, sebagai alat komunikasi yang terpenting dan utama bagi interaksi antar manusia (individu) dalam lingkup kelompok, lokal, regional, nasional dan internasional. Pemahaman dan kecakapan berbahasa yang baik dan benar, merupakan syarat mutlak bagi proses komunikasi yang harus dijalankan oleh setiap individu. Adapun, hasil akhir bagi proses komunikasi yang baik dan benar itu nantinya akan menjadi penentu bagi terbukanya peluang kesuksesan seseorang atau institusi untuk bisa survive di dalam lingkup persaingan lokal, regional, nasional bahkan internasional.

Oleh karenanya, Sekolah Tunas Dharma menyadari tentang pentingnya kemampuan berbahasa tersebut melalui pencanangan English Ecosystem bagi para guru dan tenaga kependidikannya. Mengapa harus dimulai dengan bahasa Inggris? Jawabannya sederhana, karena, bahasa Inggris merupakan Bahasa dunia nomor 1 yang paling banyak digunakan oleh orang atau bangsa di seluruh dunia. Bahasa Inggris, merupakan bahasa pengantar bagi komunikasi antar manusia, antar bangsa dan antar negara di dunia. Oleh karena itu, kemampuan berbahasa Inggris secara aktif akan sangat menentukan bagi masa depan sebuah bangsa.

Ketua Yayasan Pendidikan Rosma, Drs. Yakobus Susanto, MA., dalam kesempatan Pembukaan English Ecosystem menyatakan: ”Hari ini, saya selaku Ketua Yayasan Pendidikan Rosma yang merupakan badan hukum penyelenggara pendidikan di Sekolah-sekolah Tunas Dharma mencanangkan English Ecosystem di lingkungan Sekolah Tunas Dharma, yang terdiri dari TK, SD, SMP dan SMA. Program ini diperuntukkan bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan di Sekolah Tunas Dharma. Artinya, seluruh guru dan Tekdik itu diwajibkan untuk belajar kembali bahasa Inggris. Pembelajaran bahasa Inggris ini akan dilaksanakan setiap hari Jumat, seminggu sekali. Harapan saya atas program ini adalah bahwa seluruh guru dan Tekdik di Sekolah Tunas Dharma dapat menyiapkan diri untuk terus melakukan improvement skill dalam berbahasa Inggris secara aktif. Nantinya, diharapkan hal ini dapat menjadi nilai tambah bagi Sekolah Tunas Dharma itu sendiri, karena seluruh guru dan Tekdik-nya dapat melayani dengan baik, termasuk melayani dengan komunikasi bahasa internasional nomor 1, yaitu bahasa Inggris”, tandas Master of Arts dari Xavier University, Filipina tersebut.

Adapun program ini dimulai pada hari Jumat, 21 Agustus 2026. Pada pertemuan pertama, para guru dan tenaga kependidikan dibagi menjadi 4 (empat) kelompok besar, dengan Trainer yakni Mrs Ummi Nur Alfiah, S.Pd.; Mrs Sintya Dewi Sihombing, S.Pd.; Miss Nilam Permatasari, S.Pd.; dan Mr Irsad Sholahudin Faqih, S.Pd. Mrs. Ummi Nur Alfiah, S.Pd., selaku salah satu Trainer menyampaikan seusai acara: ”Sebagai guru yang mengajar di Sekolah Dasar, saya sangat menyadari tentang pentingnya kemampuan berbahasa Inggris, yang notabene merupakan bahasa wajib internasional sebagai syarat bagi anak-anak kami untuk bisa bersaing di dalam kehidupan maupun pekerjaan di masa depan. Tanpa kemampuan bahasa Inggris yang baik, maka hal ini akan berpengaruh pada nilai jual seseorang dalam meraih masa depan. Maka dari itu, untuk bisa mengajari dan membimbing siswa berbahasa Inggris secara aktif, maka hal itu justru harus dimulai dari gurunya itu sendiri. Bagaimana mungkin, seorang guru bisa mengajari siswa berbahasa Inggris tetapi gurunya itu sendiri memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang alakadarnya saja kan? Oleh karena itu, kami para guru menyambut baik program English Ecosystem di lingkungan Sekolah Tunas Dharma ini”, papar Sarjana Pendidikan bidang Pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas Muria, Kudus, Jawa Tengah ini.

Hal senada diungkapkan oleh Mrs. Sintya Dewi Sihombing, S.Pd., yang juga Trainer English Ecosystem Sekolah Tunas Dharma mengatakan: ”Sebagai guru, kami menyambut baik program dari Yayasan ini yang memiliki kesadaran tentang peran penting bahasa asing, khususnya bahasa Inggris ini sebagai bahasa wajib dalam komunikasi dan interaksi global. Tidak hanya di tataran global, bahkan Presiden Republik Indonesia pun sudah menegaskan, bahwa para siswa sejak dari Kelas 1 Sekolah Dasar, itu harus sudah mulai belajar bahasa asing. Kami tidak muluk-muluk untuk mengajari siswa kami bahasa asing seperti Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, Perancis, Spanyol, Arab atau Rusia yang kami rasa sangat sulit. Tetapi, kami memulai dari bahasa Inggris dulu saja, yang merupakan bahasa asing yang wajib dikuasai. Ke depan, kami akan memulai pembiasaan berbahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari kami dengan para siswa di kelas. Dengan program ini, kami juga menyadari masih banyak rekan guru yang tidak bisa berbahasa Inggris. Nah, untuk memulai English Ecosystem ini tentu kami harus memulainya dari guru itu sendiri. Diharapkan setelah seringnya Training ini dilaksanakan, para guru mulai bisa berbicara dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris aktif di antara sesama guru dan di antara guru dengan para siswanya di dalam kelas”, tutur Sarjana Pendidikan bidang Pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara ini.

Oleh

Sekolah Tunas Dharma

Diterbitkan 24 August 2026

Official Whatsapp

Hubungi kami via WhatsApp di bawah :

Official Instagram

Temukan Instagram kami di bawah ini :

Official Youtube

Temukan Youtube kami di bawah ini:

Youtube SMP Tunas Dharma

@