TK Tunas Dharma | Hari Jumat, 22 Mei 2026, suasana TK Tunas Dharma terasa berbeda, dengan ruang kelas tersusun kursi dengan posisi yang baru dan berbeda dan juga Smart TV yang sudah tersedia di depan kelas. Hari itu, digelar kegiatan Parents Teaching dengan tema “Learn and Play in English”. Sebuah momen spesial di mana orang tua murid, yaitu Mom Brigita atau Mama Gianna atau Mama Gigi turun langsung menjadi “teacher for a day” untuk mengajak anak-anak belajar bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan. Tujuan kegiatan ini sederhana, yaitu membuat anak-anak merasa bahwa bahasa Inggris itu familiar, mudah, dan asik. Karena, ketika belajar dilakukan sambil bermain bersama orang tua, rasa percaya diri dan keberanian berbicara anak pun tumbuh dengan sendirinya.
Acara dimulai pukul 08:30 dengan ice breaking lagu “Hello Song”. Anak-anak bernyanyi bersama, sambil melambaikan tangan. Dari sini lah sesi greeting dimulai.
“Hello, good morning! How are you today?”
Dengan bimbingan Mom Brigita, anak-anak berlatih menyapa teman dan guru menggunakan bahasa Inggris. Beberapa masih malu-malu, tapi banyak juga yang langsung semangat menjawab, “I’m fine, thank you!”. Kemudian, Mom Brigita mengajak anak-anak memperkenalkan diri memakai bahasa Inggris dengan bermain lemparan bola. Siapa yang sudah selesai, boleh melemparkan bola kepada temannya untuk bergantian memperkenalkan dirinya secara bergantian. Suasana kelas pun menjadi cair dan siswa nampak lebih bersemangat. Setelah itu, kelas berubah menjadi “pelangi berjalan”, saat memasuki materi warna. Mom Brigita menjelaskan dan bermain tebak warna melalui materi presentasi yang telah disiapkan. PPT berisi gambar-gambar yang cerah dan warna-warni sesuai dengan karakter anak-anak: apel merah, pisang kuning, daun hijau, langit biru, anggur ungu, dan wortel orange.
Mom Brigita menunjuk gambar di layar dan mengajak anak-anak menyebut bersama: “This is red! Red apple!”. Lalu dilanjutkan dengan kuis sederhana. Muncul slide warna acak, anak-anak diminta mengangkat tangan sebelum menjawab, dan setelah dipilih lalu menyebutkan dalam bahasa Inggris: “This is green!” Guru memberi apresiasi berupa tepuk semangat untuk semua anak. Tak ada yang salah, karena tujuannya berani mencoba. Hasilnya dengan PPT ditambah game tebak warna, murid TK jadi lebih cepat hafal enam warna dasar dalam bahasa Inggris. Mereka tidak merasa sedang belajar, tapi merasa sedang bermain game yang seru bersama guru dan Mom Brigita.
Setelah seru-seruan belajar warna, anak-anak lanjut ke sesi yang paling penting, yaitu 4 kata ajaib dalam bahasa Inggris. Sesi ini dipandu langsung oleh Mom Brigita sebagai narasumber, dengan media PPT interaktif. PPT dibuka dengan gambar anak-anak sedang berbagi mainan, meminjam pensil, dan tidak sengaja menyenggol teman. Mom Brigita menjelaskan satu per satu sambil menunjuk gambar: Please – dipakai saat minta tolong. “Please, can I join?”, Thank You – untuk mengucapkan terima kasih. “Thank you, Mom!”, Sorry – saat tidak sengaja berbuat salah. “Sorry, I didn’t mean it”, Excuse Me – untuk permisi lewat atau memotong pembicaraan.
“Excuse me, teacher”, Anak-anak menirukan bersama: “Please… Thank you… Sorry… Excuse me…” dengan intonasi ceria. Masuk sesi latihan. Mom Brigita menampilkan situasi di PPT, lalu bertanya ke kelas. Contoh: PPT menampilkan gambar anak meminjam penghapus. Mom Brigita bertanya, “What magic word do we use?”. Anak-anak antusias mengangkat tangan tinggi-tinggi. Guru menunjuk satu per satu agar semua kebagian. Jawaban yang muncul: “Please!” “Thank you!” Mom Brigita selalu memberi respon positif: “Good job! That’s right!”. Di latihan terakhir, anak yang berani angkat tangan dan bisa menyebut satu dari 4 kata ajaib dengan benar akan terpilih jadi penerima apresiasi. Tiga anak berani maju ke depan, dan mendapat apresiasi dari Mom Brigita. Pada sesi terakhir, Mom Brigita menjelaskan tentang profesi dalam bahasa Inggris melalui PPT interaktf. Mom Brigita menyebutkan nama-nama profesi diikuti oleh anak-anak, lalu diperbaiki cara menyebutkannya. Anak-anak menjadi lebih fasih dalam menyebutkan nama-nama profesi dalam bahasa Inggris.
Ibu Aperani Zega, S.Pd.K., S.Pd., menjelaskan: ”Di sinilah terlihat, bagaimana anak-anak tidak hanya belajar kosa kata saja, tapi juga berani tampil dan berekspresi dalam bahasa Inggris. Kegiatan Parents Teaching ini bukan hanya tentang bahasa Inggris saja. Lebih dari itu, ini adalah tentang kolaborasi aktif antara sekolah dan orang tua. Ketika orang tua terlibat langsung, anak merasa didukung dan bangga. Sementara orang tua juga mendapatkan gambaran bagaimana proses belajar di kelas dilakukan dengan pendekatan bermain yang menyenangkan. Kegiatan ditutup dengan penyerahan piagam dari pihak sekolah kepada Mom Brigita diikuti dengan foto bersama. Melalui kegiatan “Learn and Play in English”, kami berharap anak-anak TK Tunas Dharma semakin percaya diri, berani mencoba, dan menganggap bahasa Inggris sebagai teman bermain, bukan sesuatu yang memusingkan”, tutup Kepala TK Tunas Dharma tersebut.













